Thursday, July 28, 2011

The All New Witchcraft

My Tumblr just got a makeover recently, and so does my hair. So now it's time for this blog to get a makeover as well.

I'm still madly in love with my blog layout. It's clean, simple, but still looks so 'witchy' (thanks to the black dots for that). So I only changing up some fonts and color schemes to match it with my new banner.

The banner itself comes from my old Looklet design, and it's beautifully transformed trough my friend, Doctor Randhy's great work.

Witchcraft new banner
I think the new layout looks awesome. What do you think? :)

Wednesday, July 27, 2011

Chop.. Chop.. Chop..

Finally got my much-needed-haircut today, setelah berminggu-minggu geregetan sendiri liat rambut yang udah menggondrong dan lurusnya gak manusiawi ini.

Pas browsing-browsing model potongan rambut yang (katanya) lagi trend taun ini, tergoda banget pengen potong pendek kaya Jessica Simpson begini;

pic from google
Karena sekitar 4 taun yang lalu pernah potong rambut dengan model yang kurang lebih sama.

Tapi kok gw kangen rambut panjang se-pinggang gw lagi ya? Hehehe. Ujung-ujungnya tadi gw motong rambut dengan model kaya begini;

pic from google
Which is model potongan rambut shaggy yang sama kaya terakhir kali gw potong rambut 3 bulan yang lalu. Cuman pengen dirapihin lagi potongannya supaya rambut gw keliatan lebih ber-volume dan muka gw jadi gak bulet-bulet amat.

Di salon tempat langganan gw tadi, gw dipegang sama seorang stylist yang baru kerja  sekitar 6 bulanan disitu, karena 2 stylist yang biasa nanganin gw lagi pada sibuk nge-rebonding orang (entah kenapa tadi pas gw kesana lagi banyak yang minta di rebonding). 

Nama stylist yang megang gw Mas Riwa. Dan orangnya chatty sekali, gak kaya stylist-stylist gw biasanya yang lebih suka kerja sambil diem. Tapi pas motong rambut gw si Mas Riwa ini keliatan kalo punya skill (beberapa kali gunting rambutnya diputer-puter dulu sama dia baru dipake buat motong rambut gw, hahaha cool!) dan kerjanya juga cepet. Dia juga gak asal gunting aja, tapi selalu ngasih tau ke gw dia mau gunting rambut gw seberapa dan mau nambah-nambahin model apa. Nyenengin lah pokoknya :)

Ternyata Mas Riwa dulu pernah kuliah di akademi keperawatan selama 3 tahun, tapi terpaksa berenti karena orangtuanya gak mampu biayain. Tapi karena dia tetep pengen jadi perawat, akhirnya dia cuti dulu selama setaun sambil magang-magang ngumpulin uang. Sayangnya setelah setaun, dia gak bisa lanjutin kuliah tahun ke-4, tapi harus ngulang lagi mulai dari tahun pertama. Orangtuanya gak setuju dengan alasan rugi waktu dan (lagi-lagi) biaya.

"Akhirnya saya memutuskan buat nyari jalan saya sendiri, Mbak. Saya ikut kursus-kursus sampe akhirnya bisa jadi stylist kaya sekarang."

"Iya Mas, apapun kerjaannya yang penting bisa cari uang sendiri dan halal."

"Bener Mbak. Saya doain Mbak nanti cepet jadi dokter yang sukses ya!" Kata Mas Riwa menutup cerita dan dilanjutkan dengan ngasih gw tips and trick motong poni depan, hehehe.

Makasih buat doanya Mas Riwa, saya doain Mas juga bisa jadi salah satu stylist kenamaan Indonesia yaa! Suka deh sama potongan rambutnya! :D

Tuesday, July 26, 2011

What's New On Tumblr

A brand new layout
Been using my previous layout for quite some time, because it seemed like I can't find the one that I want. Yesterday I saw a lot of cute new themes on Tumblr, and after installed more than 10 new themes (which, again, because I haven't found the one that 'fits' me), I settled with this theme 'Gone' by if-i-told-you .
'Gone' theme by if-i-told-you on Tumblr
And after adjust a few color schemes, I'm finally happy and satisfied with the result :)

A brand new challenge
After participated the Seven Sins Challenge 2 months ago, I found a new challenge called the 30 Days Challenge. It seems fun so I decided to give it a try. Today is my 3rd day of the challenge, wish me luck for the next 27 days! :D

And yes, the #365shots challenge is also still up and running on my other Tumblr.

Monday, July 25, 2011

Happy Happy Helloween

The reason for me to watch this year's Java Rockin' Land (JRL), is of course, Helloween. It's been a while since the last time I attended a metal concert. Terakhir kali gw nonton konser international metal band waktu Trivium manggung disini Februari 2010 yang lalu. Selebihnya gw cuman nonton konser-konser tribute to metal bands aja.

One month before the festival, gw hoki bisa dapet tiket JRL lewat student price ticket box. Setelah gw liat, ternyata kartu mahasiswa gw masih berlaku sampe taun 2012 besok. Lumayan deh bisa dimanfaatkan buat dapet tiket murah hehehehe.

Singkat cerita hari minggu sore kemaren, gw dan si Pacar meluncur ke kawasan Ancol. Kita sampe disana jam 7an dan parkiran udah penuh banget (karena Good Charlotte mulai manggung jam 7.15 malem itu). Jadilah gw dan si Pacar markirin parkir di tempat pertama yang bisa kita dapetin, which is di... Bandar Jakarta.

Alhasil kita berdua jalan dari Bandar Jakarta ke Pantai Karnaval yang jaraknya kurang lebih 3 kilo-an. Dan yang bikin sebel, ternyata masih banyak banget parkiran didalem  sana yang masih kosong (heran kenapa akses masuk ke Pantai Karnaval udah ditutup dari Bandar Jakarta sama petugas-petugas parkirnya padahal masih banyak banget space kosong sepanjang jalan). Bok, tau gitu mah kita parkir deket-deket Pantai Karnavalnya ya biar ga gempor jalan kaki, hahaha.

Kita sampe di venuenya JRL pas waktu Good Charlotte lagi nyanyiin 'I Heart You'-nya Sm*sh. Dan setelah ngeliatin mereka bawain 2 lagu (dengan tampang gak tertarik) kita memutuskan buat jalan-jalan keliling buat liat-liat dan isi perut dulu.

Satu jam sebelom Helloween mulai manggung, kita udah siap 'ngetem' dideket panggung. Dan ternyata udah banyak juga manusia berbaju hitam-hitam yang udah nongkrong duluan didepan panggung. Dan wajah-wajah yang nonton konser Helloween kali ini kebanyakan udah gak asing buat gw, karena udah liat muka-muka yang sama lebih dari sekali di konser-konser metal sebelomnya.


Ada kejadian lucu pas kita lagi nungguin Helloween mulai perform. Waktu Frente yang lagi perform di panggung sebelah ngebawain 'Bizarre Love Triangle', mendadak semua metalhead yang tadinya duduk-duduk sambil ngobrol pada nyanyiin lagunya Frente bareng-bareng aja gitu. Walaahh, ini mah namanya muka Helloween tapi hati Hello Kitty, hahahahaha. Gapapa lah, rocker juga manusia kan ya cyiin, hihihihi :D


Oiya, pas kita lagi duduk-duduk nunggu itu, tiba-tiba gerimis aja gituh. Gak gede sih, tapi lumayan bikin rambut lepek juga. Gimana ini pawang ujannyaaaa???? *timpuk*


10 menit sebelom Helloween mulai, semua metalhead yang tadinya duduk lesehan mulai berdiri dan merapat ke panggung dan nyanyiin jingle-nya Helloween "Happy happy Helloween, Hellowen, Helloween... Happy happy Helloween, ooooooo"


Tepat jam 21:45, Andi Deris dkk mulai perform dan menggebrak panggung dengan hits-hits mereka macam 'Are You Metal', 'Eagle Fly Free', 'Future World', 'Halloween', 'Dr Stein', 'I'm Alive', 'Keeper of The Seventh Key', dan 'I Want Out'.


Ditengah-tengah konser, gerimis yang tadinya udah berenti sempet dateng lagi. Lebih deres malahan. Tapi kami semua tetep di tempat masing-masing, headbanging and singing along with the band *timpuk pawang ujannya lagi*. Bahkan seluruh anggota band ikutan perform di bagian panggung yang gak ketutup atap (kecuali drummernya pastinya ya, doi kan kudu duduk terus dibelakang drum kit-nya itu hehehe) dan ujan-ujanan bareng kita. How sweet :p


Meskipun ini udah kedua kalinya gw nonton konser Helloween, tapi gw masih se-kagum saat pertama kali nonton konser mereka 3 tahun yang lalu. Suka banget sama cara Andi Deris ngebawa penontonnya. Instead of just singing, Deris rajin banget berkomunikasi sama penonton. Love it, love it, love it!


75 minutes and 1 encore later, the concert was officially finished (padahal mereka belom nyanyiin lagu kesukaan gw; 'Power' sama 'Kings Will Be Kings', huhuhuu...). Kurang puas? Pasti. Yah, namanya juga nonton festival ya bok, durasi manggungnya pasti gak se-lama kalo nonton konser tunggalnya. Cuman itu aja yang 'kurang' buat gw. Selain itu? Penampilan mereka sempurna :)



When the show just started
Deris and Grosskopf expressions are priceless!
Andi Deris, umur boleh kepala 4, tapi diatas panggung tetep aja GAHAR
Sascha Gertsner (guitar), Markus Grosskopf (bass), dan Michael Weikath (lead guitar) ujan-ujanan bareng penonton

Sascha Gerstner, masih gak nahan banget gantengnyaaaa!!



It's so hard to get a clear shot of Dani Loble the drummer
Awesome show guys, thanks a lot!
Mas Jared Leto, pulang sama akyu yuks! *kedip kedip*



Kelar Hellowen. Tampang lecek tapi super hepi! :D

All of the band's pic were taken by my boyfriend. Gw? boro-boro bisa foto, ngeliat panggung biar jelas aja kudu jinjit-jinjit. Nasib emang jadi orang pendek *hiks*.


For more pics from the concert, click here.



Friday, July 22, 2011

Looklet Widget

Does anybody know how to put a Looklet page widget to Blogspot? Exactly like what my friend Kak Roro have on her blog here

Yeah I know, I could just simply ask her, right? Well, I have. But unfortunately she forgot how to put the widget :(

So, if any of you know, please kindly tell me. Meanwhile, check out some of the looks that I created on Looklet (click on the pics to enlarged). And visit/follow/like my Looklet page here :)


Some of the looks that I recently created


Bejeweled
Black Queen
Color Boost
Semi Bohemian
Simply Vintage
Some of my old creations


Beauty And The Geek
Blues Bluesy Blue
I Love Rock N' Roll
Out And About
Rawr!
These two are always my all-time favorite!


Fabulous Escape
That's Hot
And.. I assume you all know why I use redhead models a lot in my designs, right? :)

Wednesday, July 20, 2011

Confession of An Old Fan

Accidentally watched 'Confession of A Teenage Drama Queen' on TV tonight. Lindsay Lohan's wardrobes were soooo cute, especially this one;






I used to be a fan of her (during the 'Mean Girls' and 'Herbie: Fully Loaded' era). My parents also adore her since they watched her on 'The Parent Trap'. Too bad now she's turning into a troubled young lady :( 

Make a comeback Lindsay! You can do it!



pics taken from lindsaylohansources.com 


Tuesday, July 19, 2011

Dreamy Holiday

Ehm..

Gw belom pernah ke Bali. Kasian banget ya?

Eitssss, tapiii, my luck has change last week doonngggg!!!

Berawal dari sepupu gw, Mba Qiqy yang tiba-tiba BBM gw Minggu malem tanggal 10 kemaren. Dia bilang dia mau ada pelatihan seminggu di Bali, nginepnya di Hard Rock. Jadi kalo gw berminat ke Bali, gw tinggal nyiapin biaya buat akomodasi sama jalan-jalannya aja. Malemnya bisa bobok-bobok dengan tenang di kamar dia.

Gw yang emang merencanakan liburan setelah tanggal 11 (karena sebelom tanggal itu anak-anak sekolah masih pada liburan, yang ada gw stress pergi kemana-mana ketemunya sama anak kecil) langsung aja bilang "Mauuuuuu!!!!"

Nah masalahnya, si Mbakyu ini ngasih taunya mendadak banget. Senen pagi doi berangkat ke Bali, malemnya baru ngabarin gw. Gw yang belom pernah ke Bali ini kudu gercep banget dong ya buat packing barang, nyari tiket pesawat, sama nyari guide di Bali sono. Dan berhubung hari Senin-nya gw udah ada acara sama nyokap sampe sore, terpaksa kegiatan packing, nyari tiket, sama nyari guide itu bener-bener harus dikebut. Artinya gw baru bisa berangkat ke Bali hari Rabu dan cuman ada satu hari (Selasa) buat nyiapin semua-muanya.

Packing sih ga terlalu masalah. Well, buat gw at least. Gw emang berniat gak mau terlalu banyak bawa baju (karena pasti ntar disana gw bakalan gatel pengen belanja, hehehe), dan baju yang gw bawa ke bali termasuk yang 'mini-mini', jadi gak terlalu makan space di koper. Tapi abis itu 'nasehat-nasehat' mulai berdatangan, mulai dari nyokap yang nyuruh gw bawa hoodie jacket karena katanya "di Bali itu anginnya gede loh!", sampe si Pacar yang nyuruh gw bawa sepatu kets dengan alasan "lagi summer loh disana, daripada kaki kamu belang". Jadilah gw memasukkan kedua barang itu secara paksa ke koper gw (yang sebenernya koper buat ditaro di cabin tapi karena saking beratnya harus gw taro di bagasi pesawat).

Senin malem gw mulai browsing-browsing di internet buat nyari tiket flight yang murah ke Bali. Ternyata yang paling murah tiketnya Citylink Garuda Indonesia. Sayangnya pas bokap gw mau beli hari selasa paginya, tiket Citylink udah abis aja gitu. Akhirnya gw dapet tiket Lion Air buat berangkat hari Rabu pagi dan balik ke Jakarta hari Sabtu sore.

Yang paling ribet itu waktu nyari tour guide buat gw di Bali. Seperti yang udah gw bilang, ini pertama kalinya gw ke Bali, jadi gw gak tau tempat dan jalan. Dari pagi sampe sore juga Mba Qiqy bakal sibuk pelatihan, so I'm practically alone there. Gak mungkin dong gw mendem aja di hotel berhari-hari. Setelah tanya sana-sini ke temen-temen gw yang orang Bali dan minta petuah dari mbah gugel, gw masih belom bisa memutuskan apakah nanti disana gw mau make jasa personal tour guide atau ikut program tour berkelompok yang banyak ditawarin agen-agen perjalanan lokal disana.

Tadinya gw lebih memilih buat ikut program tour aja. Karena kalo ikut program begitu, waktu yang ada bakal efisien banget, agen perjalanannya pasti udah punya program mau kemana aja sampe jam berapa aja. Gw tinggal duduk manis di mobil dan nikmatin perjalanan keliling Bali.

Tapi pas diliat-liat biayanya lumayan juga kalo ikut program begituan. Akhirnya nyokap gw nyuruh gw untuk make personal tour guide aja. Syaratnya, guide yang bakal nemenin gw nanti harus yang dia udah kenal (sebelumnya gw udah dapet tour guide rekomendasi temen gw di Bali cuman si Nyokap uring-uringan aja gitu pas tau guidenya cowo masih muda).

Waktu nyokap ke Bali sama temen-temennya dulu, doi pernah make jasa tour guide disana, which was masih sodaraan sama temen sekantornya. Orangnya udah tua, dan baik banget (katanya). Si nyokap lebih rela gw dibawa keliling Bali sama si bapak-bapak ini daripada sama 'orang asing'. Yah, terserah deh, yang penting gw dibayarin, hahahahahahah!

Yuk, mari cabs ke Baliiiii! :D

Day 1

Pesawat gw berangkat dari Jakarta jam 11.00 WIB, dan landing di Denpasar jam 12.30 WITA. Usually, I don't like looking at the sea outside the plane window. Ga tau kenapa kalo ngeliat laut dari pesawat, gw bawaannya suka mual gitu *ndeso banget emang*. But when I'm about to land at Bali (bandara Ngurah Rai letaknya persis disamping laut), I can't help but keep looking outside the window. Lautnya bagus bangeeettttt! Biru bening dan pantai pasir putihnya bener-bener bikin gw kagum.

Sampe di Bali, gw naek taxi menuju Hard Rock Hotel di daerah Kuta. Gw langsung sumringah begitu tau ternyata hotelnya itu berhadapan langsung sama pantai Kuta. Dan lebih sumringah lagi liat bule-bule ganteng yang bertebaran disono *mulai ganjen* hahahahaaa.

Begitu sampe kamar hotel, gw langsung cabs lagi jalan ke Mc Donalds dideket situ (belom sempet makan siang euy!) sambil sekalian cuci mata. Karena siang itu Kuta panasnya ga nahan banget, gw memutuskan buat ngebungkus makan siang gw dan makan di kamar hotel. Abis itu langsung tepar di kasur :D


Bangun-bangun si Mbakyu udah nongkrong di kamar dan langsung ngajakin gw buat renang, soalnya mulai dari kamis sampe Sabtu jadwal gw dan dia di Bali udah penuuuhhh, jadi udah ga ada kesempatan berenang di hotel lagi *sok sibuk*.


So we came down to the pool and took a few rounds. Oiya, berhubung Hard Rock Hotel ini tempatnya pas berhadapan sama laut, jadi airnya rasanya kurang enak, agak asin-asin gitu. Ini juga yang bikin kita berdua gak betah buat berenang lama-lama. Akhirnya setelah puas main air, gw, Mba Qiqy, sama Mba Maya (temen satu pelatihan Mba Qiqy yang kemana-mana selalu bareng sama kita) santai-santai di kursi pinggir kolam renang sambil minum cocktail dan ngemilin french fries.
Too early for a drink? Who cares! :D
Didepan tempat kita duduk-duduk ada Hard Rock Cafe yang lagi mainin lagu-lagu rock taun jadul yang bikin gw tambah betah (bahkan sampe hampir ketiduran) di pinggir kolam. Kalo ga inget makan malem mungkin gw bakal tidur beneran disitu, hahahaha.


Malemnya, kita bertiga makan malem dibelakang Jalan Poppies. Disitu banyak tempat makan enak yang harganya jauh lebih bersahabat dibandingkan restoran-restoran yang mejeng disepanjang jalan Kuta. Gw lupa nama restoran tempat gw dinner itu apa, tapi yang jelas special menu disitu Pizza yang dimasak di tungku kayu. Tapi berhubung lagi gak ngidam pizza, gw memutuskan untuk makan kari daging plus nasi (yeah I know, weird choice. Curry??). Porsinya lumayan gede (karena yang makan disana juga kebanyakan bule-bule) tapi harganya lumayan murah.


Kelar makan, kita bertiga jalan-jalan muterin Kuta Square, sekalian foto-foto di depan monumen bom Bali 1.
Me and Paul Stanley's guitar. Yes! Paul Stanleeeyyy!!!!

Didepan monumen bom Bali 1. Kalo siang pager yang ngelilingin monumennya itu dibuka, tapi kalo malem ditutup, jadi cuman bisa liat dari bawah
Take a walk with my sister
 Day 2


Time for my adventure! Pagi-pagi jam 8, personal guide yang udah dipilihin nyokap gw udah ngetem didepan lobi hotel. Namanya Pak Brandii. He's a bit younger than my Dad, asli Bali, dan seperti kata nyokap gw, orangnya baiiikk banget. Dia selalu mengenalkan gw ke orang-orang sebagai keluarganya, bukannya sebagai turis. Is that sweet or what? :)


Our first stop is Garuda Wisnu Kencana. Disitu gw cuman liat-liat patung Dewa Wisnu yang baru setengah jadi, patung kepala garuda yang juga baru setengah jadi, sama panggung-panggung tempat beberapa musisi mancanegara pernah tampil. And that's it.
Patung Dewa Wisnu yang baru setengah jadi.  To be honest, standing in front of it was a bit intimidating. Guede buanget ciingg patungnyaaaa!!!
The Garuda
The concert hall
Ooo-rah! I'm a bull fighter! :D
Kelar dari GWK, kita menuju ke lahan punyanya Tommy Soeharto; Pecatu Indah Resort. Ngapain lagi kalo gak buat ngeliat the infamous Dreamland Beach. Gw sebenernya bukan orang yang demen-demen banget sama pantai. Gw lebih suka udara dingin di pegunungan (hello Ubud!). But when I saw this beach, I can't help but admiring the beauty.

I know, gorgeous isn't it? :)
Meskipun gw bawa baju ganti, tapi gw emang ga ada niat untuk berenang-berenang di laut. Cuman mau foto-foto aja sambil nikmatin pemandangan. Tapi Pak Brandii maksa gw buat berenang, sampe didorong-dorong segala gw ke arah ombak (padahal pagi itu ombaknya lagi lumayan kenceng loh bok!). Gw yang tadinya cuman niat 'basahin kaki' doang, jadi basah beneran from head to toe. Yahh, apa boleh buat deh, sekalian nyemplung aja gw :D
Tadinya gw sebisa mungkin menghindari ombak
Just got hit by a gigantic wave. Make up gw langsung ilang, hahahahaha
Sialnya gw, tempat buat ngebilas badan belom buka aja gitu pas gw mau cabut. Ditambah lagi gw gak ada acara bawa-bawa sabun-shampo segala (gw udah bilang kan kalo gw gak niat berenang di laut?). Jadilah gw cuman membilas badan plus rambut gw (yang penuh pasir) seadanya di toilet umum. Hiks.


Dengan rambut yang masih basah-basah (dan masih banyak pasir nyangkut) gw dianter Pak Brandii ke Uluwatu buat liat pura di pinggir tebing. Oiya, meskipun udah tua Pak Brandii ini staminanya oke banget bok! Doi jalan ngedaki ke atas tebing ga pake santai. Cepeeetttt banget jalannya. Udah gitu sepanjang jalan dia juga sambil cerita-cerita ke gw tentang sejarah Uluwatu ini, tapi kaya gak ada capeknya aja gitu. Untung gw bisa keep up sama cara jalan dia, kalo engga kan malu hihihihi.
Karena di Uluwatu banyak monyetnya, gw dilarang make aksesoris macam jepit rambut, kacamata item, jam tangan, dll. Soalnya monyet-monyetnya tuh iseng berat bok, suka ngejambret barang terus dibawa kabur




The view from the top of the cliff
Panas terik (baru 10 menit aja rambut gw yang basah kuyup langsung kering) + dilarang make sunglasses = SIPIT!
Uluwatu temple

Ngasi mamam monyet enduuuttt :D
Selesai liat-liat Uluwatu, kita turun ke pantai Padang-Padang tempat syuting film Eat, Pray, Love. Buat masuk ke pantainya, kita harus ngelewatin gua yang sempit dulu, jadi kesannya private banget. Tapi ternyata siang itu pantainya lumayan rame juga sama bule-bule yang lagi surfing sama tanning.


banyak yang lagi surfing
gw yang udah ga berminat main air lagi :p
Di bawah gua akses masuk ke Padang-Padang
Setelah puas ngeliatin bule pada berjemur, gw dan Pak Brandii cari makan siang, dan habis itu, dia anter gw ke Krisna, toko oleh-oleh khas Bali. Tadinya gw berniat buat belanja-belanja oleh-oleh di Pasar Sukawati aja, tapi kata Pak Brandii harga disana sama di Krisna sama aja. Jadi daripada gw susah-susah nawar di Pasar Sukawati nanti, mending beli di Krisna aja. Okelah, hajaarrr!


Kelar dari Krisna, gw dibawa Pak Brandii buat liat-liat daerah Seminyak, kawasan elitnya Bali. Disitu isinya mostly butik-butik mahal, villa-villa (yang juga mahal), sama seaside restaurant. Tadinya Pak Brandii mau ngajak gw buat nongkrong di Kudeta Restaurant, tapi sayangnya gw kudu cepet balik ke hotel karena malemnya mau ada acara dinner sama rombongannya Mba Qiqy.


Belom sampe kamar hotel, gw bahkan ga punya waktu buat santai-santai dulu. Turns out that there's a pre-dinner schedule with the group. Dan ternyataaaaa jadwal sebelom makan malan itu adalah.... pergi ke Krisna buat cari oleh-oleh *jegeeeerrrrrr!* hahahahahahahahaha!!!


Selesai dari Krisna, rombongan kita menuju ke Jimbaran buat makan seafood di seaside restaurant yang namanya Grand Seaview Cafe. Berhubung restonya ada di deket airport, jadi selama makan malem gw bayak ngeliat pesawat-pesawat yang lagi landing atau take off. Sayangnya digicam gw kurang bagus buat ngambil foto di malam hari.
Makan malam porsi kuli :D
 Day 3


Khusus buat hari ini, gw gak make jasa Pak Brandii buat jalan-jalan keliling Bali. Karena hari ini gw ikut rombongannya Mba Qiqy lagi yang bikin acara tour ke beberapa tempat di Bali (berhubung acara pelatihannya udah selesai kemaren sore, jadi hari ini diisi buat jalan-jalan sebelom balik lagi ke Jakarta besok).
Posing in front of the infamous Hard Rock Hotel symbol before we left
Pertama kita ke toko kerajinan perak (lupa nama daerahnya apa), cuman liat-liat doang disana. Mau beli tapi harga perhiasannya ga nahan bok! Hehehe.


Abis itu kita ke Bali Bird Park yang tempatnya gak jauh dari pusat kerajinan perak tadi. Sayang banget kita cuman dikasih waktu satu jam disini (gara-gara berangkat dari hotel udah ngaret banget), padahal ada banyak yang bisa dinikmatin. Dan pas gw liat, ternyata tiket masuk ke tempat ini muahaaallll banget! Rugi banget ga bisa puas-puasin jalan disana, padahal kan kita masuknya gratis, huhuhuuuu.
Burung ini bisa bilang "paagiiii", dan tiap ada orang mau megang dia, kepalanya pasti nunduk, kaya minta dielus-elus gitu, how cute :D
Spesies burung baru
Batmannya lagi bobooooo :D
Ga tau ini namanya burung apa, but I love it. Mirip kaya anak glamrock gitu ya dandanannya, hihihihihi..
Dalam penerbangan menuju Bali, gw baca novel barunya Dee Lestari yang judulnya 'Madre'. Disitu disinggung dikit soal burung Kokabura asal Australia. Katanya kalo kita denger suara burung ini, kita pasti akan ketawa karena bunyinya mirip banget sama orang yang lagi ketawa ngakak. Eh ternyata di Bali Bird Park ini gw ketemu sama si Kokabura. Dan bener aja, bunyinya dia persis banget sama orang yang lagi ketawa "wakakakakakakakak!!". Seriously! It was so funny!! :))))




Setelah puas mainan burung *oke, that sounds wrong, kekekekekek*, kita 'isi bensin' dulu ke restoran Bebek Tepi Sawah di Ubud, karena abis makan siang kita mau menuju ke pasar Sukawati, jadi kudu isi perut dulu biar nanti kuat nawar-nawar barang hehe.


Bebek Tepi Sawah ini emang letaknya bener-bener di tepi sawah. Kalo diliat-liat konsep restorannya mirip sama Sapu Lidi di Bandung. 
Enjoying our meal while watching a beautiful Balinese dance
Porsi makan siang gw. Timbangan bisa jebol ini mah judulnya...
See, dibelakang gw udah langsung sawah
Setelah makan (dengan porsi yang gila-gilaan), gw sama Mba Maya nyempetin buat jalan keliling-keliling restoran. Ternyata di belakang restoran ada villa-villa kecil buat disewain (sama kaya Sapu Lidi juga). Asli tempatnya comfy abis. Buat hanimun asik tuh kayanya :p


Selesai makan siang rombongan langsung meluncur ke Pasar Sukawati. Ternyata bener kata Pak Brandii kemaren, harga barang-barang disini sama aja kaya di Krisna. Bisa sih dapet harga lebih murah kalo nawarnya jago. Nah masalahnya banyak penjual disini yang cuman mau ngasih harga murah kalo kita beli barangnya dalam jumlah banyak. Kalo cuman beli 1 atau 2 malahan harganya bisa adi lebih mahal.


So gw udah gak belanja apa-apa lagi disana, cuman nemu gelang warna warni yang vintage banget, sama beli titipan celana pantainya si Pacar.


Tadinya, setelah dari Sukawati kita rencananya mau jalan-jalan ke Tanah Lot. Tapi berhubung besoknya mau hari raya Kuningan, Tanah Lot-nya jadi ditutup buat persiapan upacara adat. Alhasil rombongan langsung banting stir ke Dreamland buat nonton sunset.

Saking hebohnya foto-foto berdua, kita gak nyadar kalo dibelakang kita ada bule yang mondar-mandir mau minta tolong difotoin, tapi gak enak mau menginterupsi kita berdua. Sampe akhirnya bule itu ngabur sendiri minta tolong difotoin sama orang laen. Yaampun mister, ngomong dong kalo mau minta difotoin, colek kek, nanya kek, ahahahahahah!


Wonderful sunset
Setelah perjalanan panjang dan melelahkan ke hotel *alahh*, begitu sampe hotel, gw dan Mba Qiqy langsung turun lagi buat cari makan malem, daaann... belanja di Rock Shop pastinya :D
Dimana ada Rock Shop, disitu wajib hukumnya buat belanja! :D
Si anak metal berbaju kembang-kembang :p
Day 4


Last day in Bali :(. Hari ini gw pergi dianter sama Pak Brandii lagi. Bedanya sekarang kita pergi bertiga sama Mba Qiqy karena hari ini dia udah gak ada acara lagi. Tinggal balik ke Jakarta aja sorenya.


We took a long 2 hours trip to Kintamani. Disana kita menuju ke daerah Batur buat liat Gunung Batur, Gunung Abang, dan Danau Batur yang ada di tengah-tengah kedua gunung itu. Di kaki Gunung Abang ada Desa Trunyan. Konon di Trunyan sana itu ada tumbuhan (gw lupa namanya) yang wangiii banget. Jadi disana ada tempat khusus buat naruh jasad orang-orang yang udah meninggal. Nanti mayat-mayatnya itu bakalan membusuk tapi gak akan bau sama sekali.


Sayangnya kita gak bisa turun ke tepi danau apalagi nyebrang ke Trunyan, karena kekurangan waktu (buat turun ke tepi danau aja butuh waktu sekitar satu jam) dan juga menurut Pak Brandii disana banyak guide liar yang suka menipu pengunjung yang mau nyebrang naik perahu ke Trunyan. Jadilah kita cuman liat-liat pemandangan dari atas aja.
Gunung Batur
Gunung Abang dan Danau Batur
BSD's Next Top Model :))))))
Setelah itu kita turun gunung menuju ke Denpasar lagi. Ditengah perjalanan, Pak Brandii ngajak kita buat mampir ke tempat pemandian (lupa namanya -- again) tempat kita bisa 'menyucikan badan'. Dan karena hari itu bertepatan sama hari raya Kuningan, orang-orang dari seluruh penjuru Bali dateng buat mensucikan diri disono, jadi ruamenya puoollll! Gw sendiri cuman liat bagian luarnya doang, karena gw lagi datang bulan jadi ga boleh masuk ke dalemnya :(





Kelar dari situ kita mampir ke tempat argowisata
Learning how to make a traditional coffee
Boleh nyicip-nyicip berbagai jenis kopi dulu sebelom beli
 Dan terakhir ke Gua Gajah





Langsung deh capcus ke bandara, and say goodbye to our kind personal guide :)


Aaaaaa belom mau pulang ke Jakartaaaa!!!!!


Mungkin saking belom mau pulangnya, gw gak sadar kalo dari kemaren gw salah ngeliat jadwal flight balik ke Jakarta. Gw baca jam landing pesawat di Jakarta sebagai jam pesawat take off dari Denpasar. Alhasil pas gw baru check in di bandara, pesawat gw udah ngacir duluan ke Jakarta 5 menit sebelumnya.


I was utterly shock. Kok bisa ceroboh banget gw sampe salah liat jadwal jam. Untungnya ada mbak-mbak dari Lion Air yang baik hati mau bantuin gw ngeliatin jadwal flight berikutnya ke Jakarta (yang ternyata masih ada 2 jam kemudian), sekalian bantuin gw check in dan ngurusin bagasi gw.


Nahh bagian paling 'menyenangkan' disini adalah, ternyata pesawat gw yang harusnya berangkat jam 18.45, molor sampe jam.... 20:45. Jadilah gw duduk-duduk ga jelas di bandara sampe malem.


Gw tunggu sampe setengah sembilan tapi belom ada panggilan buat boarding juga. Di deket boarding gate gw liat udah banyak bule yang ngomel-ngomel ke petugas. Baru deh diumumin kalo pesawatnya delay (lagi) sampe jam 21:15.


Tapi pas udah jam 21:15 masih belom ada panggilan buat boarding. Bule-bule yang tadinya cuman cuap-cuap doang sekarang pada ngamuk beneran sama petugas. Pada gebrak-gebrak meja segala bok! Wuidiihh!!


Setelah kejadian gebrak-menggebrak meja itu, secara ajaib boarding gate langsung dibuka aja gitu, dan kita langsung boleh masuk pesawat. Hahahah, nice job mister!


Setelah terbang 90 menit dan nungguin bagasi lebih dari 45 menit (halo bandara Soetta, tolong cepet diilangin dong penyakit lamamu ini, bikin bete tau, sumpah!), I officially met my Mom and Dad and then headed home.


Until now, I still miss Bali like crazy. This wouldn't be the last time I visit that island, I swear to God! ;)




for more complete pictures of the trip, check out my Facebook album here!